RSS

16 april 2013


Rauje
Lama sudah lentik jemari ini tak menari riang di atas keyboard. Seperti kerinduan setangkai mawar terhadap si jantan kumbang. Yang akhirnya harus dibangunkan kembali oleh sebuah tulisan tengil seseorang yang tak lumrah sebagai teman biasa.
Untungnya, tulisan tengil itu tak dilabeli sebuah judul ketika aku terima. Jadi hanya aku dan yang merasa saja yang akan tahu cerita ini.
Ingatan saya masih lekat dengan masa itu. Ketika hangat telapak tangannya dibalut dingin malam dan genggam tanganku yang dingin pula. Tiba-tiba waktu berjalan cepat. Seolah ini akan segera berakhir. Dan aku benar-benar takut ini akan berakhir.
Waktu harus tetap berjalan seperti harusnya. Dan aku memang tidak bisa mengulur-ngulurnya lagi. Hela napasmu saat terlelap berhasil menghipnotisku. Hingga menenggelamkanku jauh di alam bawah sadar.
Saat mata ini terbelalak, tak ada lagi hangat tanganmu dalam genggamanku. Tak ada lagi merdu dengus napasmu. Dan, itu semua adalah mimpi terindah yang pernah terbayang dalam imaji kesadaranku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar