Entah karena software office-ku yang rusak atau PC-ku yang tidak rela. Ketika aku
hendak membual tentang kenyataan yang terjadi, tampilan di muka layar beku
seketika. Setelah beberapa kalimat telah berhasil aku sematkan. Seperti tempelan
yang tak bisa diapa-apakan lagi. Hingga harus Task Manager yang turun tangan mengakhirinya.
Aku tahu, yang penting buatku
tidak harus sama buatmu. Ini lantas menjadi opus maknumku dalam bertindak. Bukan
berarti aku egois. Aku hanya tidak berniat—jangankan memaksakan—inginmu mengikuti
inginku. Karena memang sudah berbeda.
Akan ku tempuh jalanku lagi. Sebuah
kejatian memori lama dalam diriku. Yang sempat terombang-ambing mengambang
sekian lama. Aku tidak akan kompromi lagi. Bilang saja ya, atau juga tidak. Bagiku
sudah cukup. Tak perlu mangutarakan alasan apapun.
Aku memang suka bermain-main. Tapi
tidak untuk dipermainkan. Mungkin ada benarnya katamu waktu itu. Sendiri akan
lebih baik. Tidak ada ketergantungan. Tidak banyak berharap. Dan pastinya tidak
ada otak kedua dalam segala hal.
Aku sedang menikmati ini. Dan sendiri.
Persetan dengan kalian semua. Aku tidak akan bikin kekacuan pada kalian. Jadi jangan
mengacau laju waktuku. Jangan mengiming-imingi sesuatu yang pasti akan kutepis.
Sia-sia belaka. Perlahan aku akan menguburnya dalam-dalam. Menghempasnya tak bersisa. Tanpa jejak. Tanpa kesempatan untuk menggalinya lagi.
Aku hanya butuh sedikit waktu
untuk menuntaskan selembar cerita kehidupanku. Dan kita punya lembar
masing-masing. Aku tidak pernah dan tidak akan menggoreskan pena waktu di
halaman lembarmu. Jadi jangan sekali-kali pula selembar miliku kau kotori. Karena
aku pasti akan mengutuk. Dengan doa yang isinya cerca.

.jpg)





0 komentar:
Posting Komentar