RSS

30 April 2013


Bola itu manis. Tapi saat dimainkan, penuh resiko. Setidaknya tulisan singkat itu telah berdiam di draf ponselku seberapa lama. Saat kesadaranku sontak meletup terpantik perilaku konyol beberapa orang. Dan aku rasa hingga aku membuat tulisan itu nampak lebih panjang, masih berlaku. Aku tak peduli ini akan dimaknai seharfiah itu atau apa. Yang jelas ketetapan itu sudah tertulis di kitab lelakon hidup. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

29 April 2013


Entah karena software office-ku yang rusak atau PC-ku yang tidak rela. Ketika aku hendak membual tentang kenyataan yang terjadi, tampilan di muka layar beku seketika. Setelah beberapa kalimat telah berhasil aku sematkan. Seperti tempelan yang tak bisa diapa-apakan lagi. Hingga harus Task Manager yang turun tangan mengakhirinya.

Aku tahu, yang penting buatku tidak harus sama buatmu. Ini lantas menjadi opus maknumku dalam bertindak. Bukan berarti aku egois. Aku hanya tidak berniat—jangankan memaksakan—inginmu mengikuti inginku. Karena memang sudah berbeda.

Akan ku tempuh jalanku lagi. Sebuah kejatian memori lama dalam diriku. Yang sempat terombang-ambing mengambang sekian lama. Aku tidak akan kompromi lagi. Bilang saja ya, atau juga tidak. Bagiku sudah cukup. Tak perlu mangutarakan alasan apapun.

Aku memang suka bermain-main. Tapi tidak untuk dipermainkan. Mungkin ada benarnya katamu waktu itu. Sendiri akan lebih baik. Tidak ada ketergantungan. Tidak banyak berharap. Dan pastinya tidak ada otak kedua dalam segala hal.

Aku sedang menikmati ini. Dan sendiri. Persetan dengan kalian semua. Aku tidak akan bikin kekacuan pada kalian. Jadi jangan mengacau laju waktuku. Jangan mengiming-imingi sesuatu yang pasti akan kutepis.

Sia-sia belaka. Perlahan aku akan menguburnya dalam-dalam. Menghempasnya tak bersisa. Tanpa jejak. Tanpa kesempatan untuk menggalinya lagi.

Aku hanya butuh sedikit waktu untuk menuntaskan selembar cerita kehidupanku. Dan kita punya lembar masing-masing. Aku tidak pernah dan tidak akan menggoreskan pena waktu di halaman lembarmu. Jadi jangan sekali-kali pula selembar miliku kau kotori. Karena aku pasti akan mengutuk. Dengan doa yang isinya cerca.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

16 april 2013


Rauje
Lama sudah lentik jemari ini tak menari riang di atas keyboard. Seperti kerinduan setangkai mawar terhadap si jantan kumbang. Yang akhirnya harus dibangunkan kembali oleh sebuah tulisan tengil seseorang yang tak lumrah sebagai teman biasa.
Untungnya, tulisan tengil itu tak dilabeli sebuah judul ketika aku terima. Jadi hanya aku dan yang merasa saja yang akan tahu cerita ini.
Ingatan saya masih lekat dengan masa itu. Ketika hangat telapak tangannya dibalut dingin malam dan genggam tanganku yang dingin pula. Tiba-tiba waktu berjalan cepat. Seolah ini akan segera berakhir. Dan aku benar-benar takut ini akan berakhir.
Waktu harus tetap berjalan seperti harusnya. Dan aku memang tidak bisa mengulur-ngulurnya lagi. Hela napasmu saat terlelap berhasil menghipnotisku. Hingga menenggelamkanku jauh di alam bawah sadar.
Saat mata ini terbelalak, tak ada lagi hangat tanganmu dalam genggamanku. Tak ada lagi merdu dengus napasmu. Dan, itu semua adalah mimpi terindah yang pernah terbayang dalam imaji kesadaranku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS