RSS

11 Pebruari 2008


Apa salah

Tak sengaja aku membuka sebuah novel
Kubuka lembar demi lembar
Sebenarnya bukan novel
Melainkan buku kumpulan puisi
Ya, kumpulan puisi Joko Pinurbo
Sedu menyumbul membaca tulisan itu
Tulisan-tulisan bukan cerpen karya Pinurbo
Akan tetapi tulisan-tulisan pensil buram
Yang berada di beberapa halaman
Di beberapa celah puisi dari Pinurbo

Aku heran kepada diri ini
Mengapa aku tega melakukan hal yang sangat bodoh
Aku telah dianugerahi berlimpah kebahagiaan
Tapi dengan apa yang aku lakukan ini
Aku telah berusaha merampas sedikit kebahagiaan yang ia miliki


Di lain sisi aku berpikir untuk berbagi kebahagiaan
Ternyata aku sadar, aku salah
Bahwa sesungguhnya kebahagiaan yang akan aku bagikan
Adalah kebahagiaan yang telah aku rampas dari dia

Aku merasa sangat berdosa
Dosa yang teramat besar
Meski kadang aku tetap tidak rela
Tidak rela untuk menanggalkan ini semua
Aku akan mencoba
Dan terus mencoba
Karena itu yang aku harapkan adalah kebaikan buat semua

Jika suatu saat aku berubah pikiran
Maka itu adalah sah untuk dilakukan
Karena dia tidak mau sadar
Atau jangan-jangan sengaja menutup mata
Tidak mau melihat kenyataan

Tapi aku tidak mau menyalahkan siapapun
Mungkin saja dia trauma
Atas apa yang pernah terjadi padanya
Dia takut kesedihan itu akan berulang

Hanya pesanku
Jangan sampai ada kata seandainya
Karena semua telah terjadi
Kata itu tidak akan merubah apapun
Aku yakin itu

04.08 am

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

19 pebruari 2013


Hey
Mumpung saya sedang mood untuk cerewet, saya mau cerewet padamu. 

Kemarin malam selepas kamu mengantarkan saya pulang, saya keluar lagi, berjalan-jalan sendiri. Di ruas jalan raya depan gang. Jalan kaki, tidak naik motor atau angkutan kota. Maunya naik becak, tapi karena kemarin malam cuaca tidak jelas dan hujannya juga kebingungan menentukan lajunya, tidak ada satupun abang becak yang nangkring di depan gang saya.

Akhirnya saya jalan kaki. Pakai payung imut warna abu-abu pudar yang belinya bareng sama kamu di toko gerabah plastik jalan kalimantan itu (ah, jadi malu. Swing...^^).

Saya jalan kaki ke arah alun-alun. Mau jalan kaki ke arah kampus, malas, kayaknya mendungnya mengarah ke sana. Mau jalan kaki ke arah Kreongan, masih dirundung curiga cerita penampakan yang sering muncul di depan rumah sakit paru-paru sana. 

Saya sudah lama tidak pernah jalan kaki, apalagi sendirian. Masa-masa jalan kaki sendirian sudah lewat selewat keberanian saya untuk lewat jalan gelap –fakultas ekonomi kita, arah perpus, masjid kampus, fakultas keguruan, fakultas kesehatan masyarakat, sampai jalan raya kalimantan—saat malam menjelang pagi jikalau sedang ngambek padamu. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

11 september 2007

Kebaikan yang buruk

Seorang gadis belia berjalan di taman kota yang hilang
Dalam kesehariannya selalu bertindak jujur
Tidak berdusta dan tidak mencela
Tegur sapa sudah dibudidayanya
Di ujung taman ia bertemu malaiat
Dia tersesat tak tahu jalan pulang
Malaikat itu menyapanya
Lama sekali terjadi percakapan
Malaikat penasaran
Sedang si gadis semakin tersiksa



Di lain tempat yang jauh dari kesunyian
Mantan pahlawan sedang berpesta
Berfoya-foya dengan melimpahnya harta
Dia tidak percaya ada kebaikan
Tiba-tiba datang sesosok malaikat
Malaikat menghampiri pria itu
Malaikat menyapa,
Ya, dengan satu kata
Mati

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

14 Maret 2012


Mengurung diri di kamar sambil membuat catatan-catatan kelas comberan kini jadi rutinitasku. Tak banyak yang bisa aku lakukan. Dan tak banyak pula harapan yang bisa aku sematkan. Hanya corat-coret tiada guna sebisanya. Sambil menunggu mati. Tapi rasanya ini lebih parah dari kematian. Apa yang telah aku perbuat. Dengan segala kebisaan yang aku miliki. Tak banyak orang tau isi kepalaku. Bahkan aku sendiri tak harus tahu.

Kadang tiba-tiba decak kagum itu muncul akibat pikiranku. Kadang lagi pikiranku betul-betul tolol. Ini catatan yang kesekian kali tentang tumpahan uneg-uneg. Yang sangat bau dan menjijikkan. Di suatu saat nanti aku berharap ada tempat yang bisa menampungku. Dan pikiranku yang tak karuan ini. Yang bisa meluluhlantahkan apa saja.

Aku bukan orang jenius. Ataupun orang idiot. Hanya saja mungkin ada kecacatan dalam pikiran ini. Sehingga ada kenylenehan dibanding kebanyakan orang. Aku tau. Dan selalu tau. Aku bisa memaklumi kemajuan pikiran orang. Aku juga bisa mengukur seberapa orang benar-banar pandai. Hanya dari beberapa patah kata. Dan beberapa tanda lainnya. Aku bisa mengendusnya. Tapi batasan itu tak benar-benar kentara.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS