RSS

20 Februari 2013


Pesan Bulan Bundar: Satu.
Bulan purnama itu bagus, indah, sekaligus menyeramkan. Itu ingat saya atas keberadaan bulan purnama bagi saya saat umur empat tahun. Bagus dan indah karena menakjubkan sekali melihat bulatan serupa emas bundar utuh bertenger di langit, menyeramkan karena si bulan selalu dikait-kaitkan dengan buto ijo dan kemarahannya.

Namun, melihat bulan purnama dari rumah saya itu tak seromantis seperti yang dipertontonkan film—yang bisa menonton si bulan dari jendela kamarnya sambil membayangkan wajah kekasih idaman. Tidak lah. Rumah saya terletak di gang kecil. Jarak antara satu rumah dengan lainnya cukup dekat, kurang lebih semeter lah. Jadi bisa dibilang juga  pet-dempetan. Dengan letak rumah yang begitu, mustahil bukan melihat bulan dari jendela kamar? Adanya yang kelihatan malah tembok tetangga. 

Dengan keadaan seperti itu, tentu saja untuk melihat bulan purnama, saya harus keluar rumah. Berdiri di jalanan gang. Mencari apa si purnama berada di ujung timur, sebelah barat. Atau saya harus berjinjit mencari di atas genting rumah serta tetangga, di sisi utara dan selatan. Begitu bulan purnama sudah ketemu dengan mata saya, saya menikmatinya habis-habisan, meski cuma bisa maksimal lima menit (karena ndak mungkin bukan saya berdiri di tengah jalan umum yang dilalui orang selama-lama semau saya?). He.he.

Hemm..itu cerita mengenai cara melihat bulan purnama. Kini saya mau cerita mengenai bulan purnama yang biasa-biasa saja, tak ada istimewanya—bagi saya loh, menurut saya loh. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

20 Pebruari 2009

Daun, Kau dan Aku

Melukiskan daun
hijau: agak kemerahan, agak kekuningan, agak kebiruan
hijau: dengan menggoda, dengan kepasian
hijau: yang pasti hijau, terhampar hijaunya dengan jelas

Menghembus daun
segar, menawarkan kesejukan, menawarkan kenikmatan, menawarkan kematian
segar, dengan kering, dengan basah, dengan wangi, dengan busuk
segar, yang pasti segar, ada ribuan nafas hidup terangkum dengan jelas
Begitu kau, begitu aku
Begitu kau dan aku
ingin hijau, ingin segar
meretas hijau, meretas segar
bercumbu nafsu hijau, bergumul gairah segar

Begitu kau, begitu aku
Begitu kau dan aku
begitu kau, hanya ingin hijau dibumbuhi segar
begitu aku, hanya ingin segar diaromai hijau
begitu mereka, kebagian apakah


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS